PESAN DOA KONEK – Ketaatan sering kali terasa tidak nyaman karena sifatnya menantang natur lama kita. Manusia secara alami ingin mengontrol, ingin aman, dan ingin mengerti semuanya sebelum melangkah. Namun Tuhan bekerja berbeda Dia meminta kita melangkah dulu, baru mengerti kemudian. Di sinilah terjadi benturan antara kehendak kita dan kehendak Tuhan.
Ketidaknyamanan juga muncul karena ketaatan membawa kita keluar dari zona nyaman menuju wilayah yang belum kita pahami. Seperti Abraham yang taat pergi tanpa mengetahui tujuan, ketaatan sering berarti berjalan dalam ketidakpastian. Dan ketidakpastian adalah salah satu hal yang paling sulit diterima manusia.
Selain itu, ketaatan membuat kita berhenti mengandalkan diri sendiri. Tuhan sering mengizinkan situasi yang melampaui kemampuan kita agar kita belajar bersandar kepada-Nya dan hidup oleh iman, bukan oleh penglihatan. Melalui ketaatan, Tuhan memurnikan motivasi kita apakah kita mengikuti-Nya demi berkat atau karena percaya sepenuhnya kepada-Nya.
Ketaatan juga bisa membawa konsekuensi sosial dan emosional, seperti diragukan atau tidak dimengerti oleh orang-orang terdekat. Di titik itu, ketaatan terasa sepi, tetapi justru di sanalah hubungan kita dengan Tuhan diperdalam. Kita belajar bahwa suara Tuhan lebih penting daripada suara manusia.
Pada akhirnya, ketaatan yang radikal memang tidak nyaman karena mematikan kendali diri dan menghidupkan kepercayaan penuh kepada Tuhan. Ketidaknyamanan bukanlah tanda bahwa kita salah jalan, melainkan bukti bahwa Tuhan sedang bekerja membentuk, memperluas iman, dan mempersiapkan kita untuk sesuatu yang lebih besar.
Renungan oleh: Pdt. Henry Setiawan

Leave a Reply