Salah satu karakter yang tidak mudah ditemukan dalam diri manusia adalah kesetiaannya. Jarang sekali orang mau setia ketika apa yang diharapkan tidak seperti kenyataan. Orang mau setia apabila ada upah! Inilah kenyataan hidup.
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Matius 24:46-47
Bacaan: Matius 24:45-51
Begitu juga dalam mengikut Tuhan, seringkali kita tidak setia. Hati kita mudah berubah. Tidak sedikit yang awal mulanya begitu setia melayani Tuhan, namun seiring berjalannya waktu, kesetiaan itu mulai luntur. Terbentur masalah, kita tidak lagi setia melayani Tuhan.
Ternyata berlaku setia di segala situasi tak semudah membalikkan telapak tangan! Karena itu jarang sekali didapati orang yang benar-benar setia. “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6).
Pengertian ‘setia’ adalah berpegang teguh pada janji, pendirian kokoh, tidak tergoyahkan, patuh, taat, tidak berubah, konsisten, layak dipercaya. Tuhan menginginkan anak-anak-Nya hidup setia di hadapan-Nya! Setia adalah salah satu sifat Allah!
Sekecil apa pun hal yang Tuhan percayakan, lakukan itu dengan setia! Ketika kita setia dalam perkara kecil, pada saatnya Tuhan pasti mempercayakan perkara besar kepada kita.
“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” (Wahyu 2:10).
Mau kah kita menjadi orang yang setia? Tuhan mencari orang yang setia, bukan orang yang hebat!

Leave a Reply